{"id":602,"date":"2026-05-05T11:20:55","date_gmt":"2026-05-05T04:20:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/?p=602"},"modified":"2026-05-05T11:21:28","modified_gmt":"2026-05-05T04:21:28","slug":"passive-income-bunga-deposito","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/investasi\/passive-income-bunga-deposito\/","title":{"rendered":"Strategi Membangun Passive Income dari Deposito: Panduan Lengkap Mengelola Keuangan secara Konsisten"},"content":{"rendered":"<div class=\"container\">\n<div id=\"model-response-message-contentr_9a58d9a6401a9972\" class=\"markdown markdown-main-panel enable-updated-hr-color\" dir=\"ltr\" aria-live=\"polite\" aria-busy=\"false\">\n<p>Di era ekonomi yang serba dinamis seperti saat ini, memiliki satu sumber penghasilan saja sering kali dianggap tidak lagi cukup. Banyak orang mulai melirik berbagai instrumen investasi untuk menciptakan aliran dana tambahan tanpa harus bekerja secara aktif setiap saat. Salah satu instrumen klasik yang kembali populer karena keamanan dan kepastiannya adalah <strong>passive income dari deposito<\/strong>.<\/p>\n<p>Membangun pendapatan pasif melalui deposito sering dianggap sebagai langkah paling aman bagi investor pemula maupun profesional yang ingin memitigasi risiko. Dengan strategi yang tepat, Anda tidak hanya menyimpan uang, tetapi benar-benar &#8220;mempekerjakan&#8221; uang tersebut agar memberikan hasil yang nyata bagi kebutuhan hidup sehari-hari.<\/p>\n<p><strong>Mengapa Memilih Passive Income dari Deposito di Tengah Ketidakpastian Pasar?<\/strong><\/p>\n<p>Banyak orang bertanya, mengapa harus deposito jika ada saham atau kripto yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi? Jawabannya terletak pada stabilitas. Deposito adalah instrumen perbankan yang memberikan kepastian keuntungan melalui tingkat bunga yang disepakati sejak awal.<\/p>\n<p><strong>Keamanan sebagai Prioritas Utama<\/strong><\/p>\n<p>Berbeda dengan instrumen investasi lain yang nilainya bisa fluktuatif secara drastis, deposito menawarkan keamanan modal. Uang pokok Anda tidak akan berkurang. Di Indonesia, keamanan ini diperkuat oleh keberadaan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menjamin dana nasabah hingga Rp2 miliar selama memenuhi syarat yang ditetapkan.<\/p>\n<p><strong>Kemudahan Akses dan Pengelolaan<\/strong><\/p>\n<p>Menjalankan strategi <strong>passive income dari deposito<\/strong> tidak membutuhkan keahlian analisis teknikal yang rumit. Anda hanya perlu memahami tenor (jangka waktu) dan membandingkan suku bunga. Ini adalah solusi bagi mereka yang sibuk dengan pekerjaan utama namun ingin asetnya tetap tumbuh.<\/p>\n<p><strong>Memahami Cara Kerja Bunga Bulanan sebagai Pendapatan Tetap<\/strong><\/p>\n<p>Inti dari pendapatan pasif adalah konsistensi. Dalam dunia deposito, hal ini dicapai melalui pemanfaatan <strong>bunga bulanan<\/strong>. Biasanya, nasabah memiliki pilihan untuk menginvestasikan kembali bunganya (<em>compound<\/em>) atau mencairkannya ke rekening tabungan setiap bulan.<\/p>\n<p><strong>Menjadikan Bunga sebagai Pendapatan Tetap<\/strong><\/p>\n<p>Bagi individu yang sedang merencanakan masa pensiun atau mencari tambahan untuk biaya operasional bulanan, opsi pencairan bunga secara periodik adalah kuncinya. Dengan menempatkan sejumlah dana yang cukup besar, Anda bisa menerima <strong>pendapatan tetap<\/strong> yang langsung masuk ke rekening tanpa perlu melakukan apa pun.<\/p>\n<p><strong>Simulasi Sederhana Pendapatan Pasif<\/strong><\/p>\n<p>Sebagai gambaran, jika Anda memiliki dana Rp500.000.000 dengan bunga 5% per tahun, maka bunga kotor yang didapat adalah Rp25.000.000 per tahun. Setelah dipotong pajak (biasanya 20%), Anda mendapatkan bersih sekitar Rp20.000.000 per tahun, atau sekitar Rp1,6 juta per bulan. Angka ini bisa sangat membantu untuk membayar tagihan rutin atau biaya pendidikan anak.<\/p>\n<p>Untuk memaksimalkan potensi ini, Anda bisa melihat berbagai penawaran menarik dari lembaga keuangan terpercaya. Misalnya, produk deposito di <a href=\"https:\/\/www.lescadana.co.id\">Bank Lescadana<\/a> sering kali menawarkan skema yang kompetitif bagi nasabah yang ingin membangun dana cadangan atau pendapatan pasif dengan layanan yang personal.<\/p>\n<p><strong>Strategi Laddering: Rahasia Mengoptimalkan Pendapatan Tetap<\/strong><\/p>\n<p>Salah satu kelemahan deposito adalah dana yang &#8220;terkunci&#8221; selama tenor tertentu. Jika Anda mengambilnya sebelum jatuh tempo, biasanya akan dikenakan pinalti. Untuk menyiasati ini sekaligus menjaga aliran kas tetap lancar, para ahli menyarankan strategi <em>Laddering<\/em> (Tangga Deposito).<\/p>\n<p><strong>Apa itu Strategi Laddering?<\/strong><\/p>\n<p>Strategi ini melibatkan pembagian modal besar Anda ke dalam beberapa akun deposito dengan tenor yang berbeda-beda. Misalnya, alih-alih menaruh Rp300 juta di satu deposito tenor 12 bulan, Anda membaginya menjadi:<\/p>\n<ol>\n<li>Rp100 juta di tenor 3 bulan.<\/li>\n<li>Rp100 juta di tenor 6 bulan.<\/li>\n<li>Rp100 juta di tenor 12 bulan.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Keuntungan Strategi Laddering<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Likuiditas Terjaga:<\/strong> Anda memiliki dana yang jatuh tempo lebih sering (setiap 3 bulan), sehingga jika ada kebutuhan mendesak, Anda tidak perlu memutus semua kontrak deposito.<\/li>\n<li><strong>Adaptasi Suku Bunga:<\/strong> Jika suku bunga acuan bank pusat naik, Anda bisa segera menempatkan dana yang jatuh tempo ke dalam deposito dengan bunga yang lebih tinggi.<\/li>\n<li><strong>Distribusi Pendapatan:<\/strong> Memungkinkan Anda mengatur jadwal penerimaan bunga agar lebih merata sepanjang tahun.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keberhasilan Passive Income dari Deposito<\/strong><\/p>\n<p>Agar strategi <strong>passive income dari deposito<\/strong> Anda berjalan maksimal, ada beberapa faktor eksternal dan internal yang perlu dipantau secara rutin.<\/p>\n<p><strong>Suku Bunga Acuan (BI Rate)<\/strong><\/p>\n<p>Tingkat bunga deposito sangat bergantung pada kebijakan moneter Bank Indonesia. Saat inflasi meningkat, biasanya bank pusat akan menaikkan suku bunga. Ini adalah momentum emas bagi para pemburu pendapatan pasif untuk &#8220;mengunci&#8221; bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.<\/p>\n<p><strong>Inflasi dan Daya Beli<\/strong><\/p>\n<p>Penting untuk diingat bahwa nilai uang bisa tergerus inflasi. Jika inflasi tahunan adalah 3% dan bunga deposito Anda 5%, maka keuntungan riil Anda hanya 2%. Oleh karena itu, pilihlah bank yang menawarkan bunga kompetitif namun tetap dalam batas wajar yang dijamin oleh regulator.<\/p>\n<p><strong>Pajak Penghasilan (PPh) Final<\/strong><\/p>\n<p>Sesuai regulasi di Indonesia, bunga deposito dikenakan PPh Final sebesar 20%. Selalu hitung imbal hasil bersih (netto) untuk mendapatkan angka yang realistis terhadap rencana pengeluaran bulanan Anda.<\/p>\n<p><strong>Langkah Praktis Memulai Deposito untuk Pemula<\/strong><\/p>\n<p>Bagi Anda yang baru ingin memulai, jangan merasa terintimidasi oleh angka-angka besar. Pendapatan pasif bisa dimulai dari langkah kecil namun konsisten.<\/p>\n<ol>\n<li><strong> Tentukan Tujuan Keuangan<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Apakah Anda mencari pendapatan untuk menutup biaya transportasi bulanan? Atau untuk dana hiburan? Menentukan tujuan akan membantu Anda menghitung berapa modal yang harus dikumpulkan.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong> Riset dan Bandingkan Produk<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Jangan terpaku pada satu bank saja. Periksa kredibilitas bank, laporan keuangannya, dan kemudahan aplikasinya. Pastikan bank tersebut merupakan peserta penjaminan LPS untuk menjamin <strong>keamanan tabungan bank<\/strong> Anda.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong> Pilih Tenor yang Sesuai<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Jika Anda belum yakin dengan kondisi keuangan di masa depan, mulailah dengan tenor pendek (1 atau 3 bulan). Namun, jika dananya benar-benar &#8220;uang dingin&#8221;, tenor 12 bulan biasanya memberikan rate yang lebih menarik.<\/p>\n<p><strong>Kesimpulan: Apakah Deposito Masih Relevan untuk Passive Income?<\/strong><\/p>\n<p>Jawabannya adalah: <strong>Sangat Relevan<\/strong>. Terutama bagi mereka yang mengutamakan ketenangan pikiran (<em>peace of mind<\/em>). Di tengah pasar modal yang volatil, memiliki jangkar berupa <strong>passive income dari deposito<\/strong> memberikan stabilitas psikologis bagi seorang investor.<\/p>\n<p>Meskipun imbal hasilnya mungkin tidak sefantastis investasi berisiko tinggi, kepastian mendapatkan <strong>bunga bulanan<\/strong> dan statusnya sebagai <strong>pendapatan tetap<\/strong> menjadikannya komponen wajib dalam portofolio keuangan yang sehat. Dengan pengelolaan yang cerdas, riset yang mendalam, dan pemilihan partner perbankan yang tepat, Anda bisa duduk tenang sambil melihat uang Anda bekerja secara otomatis.<\/p>\n<p>Mulailah menyisihkan sebagian dari penghasilan aktif Anda hari ini, tempatkan pada instrumen yang aman, dan nikmati hasilnya di masa depan. Karena pada akhirnya, kekayaan bukan hanya tentang seberapa banyak yang Anda hasilkan, tapi seberapa banyak yang bekerja untuk Anda.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di era ekonomi yang serba dinamis seperti saat ini, memiliki satu sumber penghasilan saja sering kali dianggap tidak lagi cukup. Banyak orang mulai melirik berbagai instrumen investasi untuk menciptakan aliran dana tambahan tanpa harus bekerja secara aktif setiap saat. Salah satu instrumen klasik yang kembali populer karena keamanan dan kepastiannya adalah passive income dari deposito. Membangun pendapatan pasif melalui deposito sering dianggap sebagai langkah paling aman bagi investor pemula maupun profesional yang ingin memitigasi risiko. Dengan strategi yang tepat, Anda tidak hanya menyimpan uang, tetapi benar-benar &#8220;mempekerjakan&#8221; uang tersebut agar memberikan hasil yang nyata bagi kebutuhan hidup sehari-hari. Mengapa Memilih Passive Income dari Deposito di Tengah Ketidakpastian Pasar? Banyak orang bertanya, mengapa harus deposito jika ada saham atau kripto yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi? Jawabannya terletak pada stabilitas. Deposito adalah instrumen perbankan yang memberikan kepastian keuntungan melalui tingkat bunga yang disepakati sejak awal. Keamanan sebagai Prioritas Utama Berbeda dengan instrumen investasi lain yang nilainya bisa fluktuatif secara drastis, deposito menawarkan keamanan modal. Uang pokok Anda tidak akan berkurang. Di Indonesia, keamanan ini diperkuat oleh keberadaan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menjamin dana nasabah hingga Rp2 miliar selama memenuhi syarat yang ditetapkan. Kemudahan Akses dan Pengelolaan Menjalankan strategi passive income dari deposito tidak membutuhkan keahlian analisis teknikal yang rumit. Anda hanya perlu memahami tenor (jangka waktu) dan membandingkan suku bunga. Ini adalah solusi bagi mereka yang sibuk dengan pekerjaan utama namun ingin asetnya tetap tumbuh. Memahami Cara Kerja Bunga Bulanan sebagai Pendapatan Tetap Inti dari pendapatan pasif adalah konsistensi. Dalam dunia deposito, hal ini dicapai melalui pemanfaatan bunga bulanan. Biasanya, nasabah memiliki pilihan untuk menginvestasikan kembali bunganya (compound) atau mencairkannya ke rekening tabungan setiap bulan. Menjadikan Bunga sebagai Pendapatan Tetap Bagi individu yang sedang merencanakan masa pensiun atau mencari tambahan untuk biaya operasional bulanan, opsi pencairan bunga secara periodik adalah kuncinya. Dengan menempatkan sejumlah dana yang cukup besar, Anda bisa menerima pendapatan tetap yang langsung masuk ke rekening tanpa perlu melakukan apa pun. Simulasi Sederhana Pendapatan Pasif Sebagai gambaran, jika Anda memiliki dana Rp500.000.000 dengan bunga 5% per tahun, maka bunga kotor yang didapat adalah Rp25.000.000 per tahun. Setelah dipotong pajak (biasanya 20%), Anda mendapatkan bersih sekitar Rp20.000.000 per tahun, atau sekitar Rp1,6 juta per bulan. Angka ini bisa sangat membantu untuk membayar tagihan rutin atau biaya pendidikan anak. Untuk memaksimalkan potensi ini, Anda bisa melihat berbagai penawaran menarik dari lembaga keuangan terpercaya. Misalnya, produk deposito di Bank Lescadana sering kali menawarkan skema yang kompetitif bagi nasabah yang ingin membangun dana cadangan atau pendapatan pasif dengan layanan yang personal. Strategi Laddering: Rahasia Mengoptimalkan Pendapatan Tetap Salah satu kelemahan deposito adalah dana yang &#8220;terkunci&#8221; selama tenor tertentu. Jika Anda mengambilnya sebelum jatuh tempo, biasanya akan dikenakan pinalti. Untuk menyiasati ini sekaligus menjaga aliran kas tetap lancar, para ahli menyarankan strategi Laddering (Tangga Deposito). Apa itu Strategi Laddering? Strategi ini melibatkan pembagian modal besar Anda ke dalam beberapa akun deposito dengan tenor yang berbeda-beda. Misalnya, alih-alih menaruh Rp300 juta di satu deposito tenor 12 bulan, Anda membaginya menjadi: Rp100 juta di tenor 3 bulan. Rp100 juta di tenor 6 bulan. Rp100 juta di tenor 12 bulan. Keuntungan Strategi Laddering Likuiditas Terjaga: Anda memiliki dana yang jatuh tempo lebih sering (setiap 3 bulan), sehingga jika ada kebutuhan mendesak, Anda tidak perlu memutus semua kontrak deposito. Adaptasi Suku Bunga: Jika suku bunga acuan bank pusat naik, Anda bisa segera menempatkan dana yang jatuh tempo ke dalam deposito dengan bunga yang lebih tinggi. Distribusi Pendapatan: Memungkinkan Anda mengatur jadwal penerimaan bunga agar lebih merata sepanjang tahun. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keberhasilan Passive Income dari Deposito Agar strategi passive income dari deposito Anda berjalan maksimal, ada beberapa faktor eksternal dan internal yang perlu dipantau secara rutin. Suku Bunga Acuan (BI Rate) Tingkat bunga deposito sangat bergantung pada kebijakan moneter Bank Indonesia. Saat inflasi meningkat, biasanya bank pusat akan menaikkan suku bunga. Ini adalah momentum emas bagi para pemburu pendapatan pasif untuk &#8220;mengunci&#8221; bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama. Inflasi dan Daya Beli Penting untuk diingat bahwa nilai uang bisa tergerus inflasi. Jika inflasi tahunan adalah 3% dan bunga deposito Anda 5%, maka keuntungan riil Anda hanya 2%. Oleh karena itu, pilihlah bank yang menawarkan bunga kompetitif namun tetap dalam batas wajar yang dijamin oleh regulator. Pajak Penghasilan (PPh) Final Sesuai regulasi di Indonesia, bunga deposito dikenakan PPh Final sebesar 20%. Selalu hitung imbal hasil bersih (netto) untuk mendapatkan angka yang realistis terhadap rencana pengeluaran bulanan Anda. Langkah Praktis Memulai Deposito untuk Pemula Bagi Anda yang baru ingin memulai, jangan merasa terintimidasi oleh angka-angka besar. Pendapatan pasif bisa dimulai dari langkah kecil namun konsisten. Tentukan Tujuan Keuangan Apakah Anda mencari pendapatan untuk menutup biaya transportasi bulanan? Atau untuk dana hiburan? Menentukan tujuan akan membantu Anda menghitung berapa modal yang harus dikumpulkan. Riset dan Bandingkan Produk Jangan terpaku pada satu bank saja. Periksa kredibilitas bank, laporan keuangannya, dan kemudahan aplikasinya. Pastikan bank tersebut merupakan peserta penjaminan LPS untuk menjamin keamanan tabungan bank Anda. &nbsp; Pilih Tenor yang Sesuai Jika Anda belum yakin dengan kondisi keuangan di masa depan, mulailah dengan tenor pendek (1 atau 3 bulan). Namun, jika dananya benar-benar &#8220;uang dingin&#8221;, tenor 12 bulan biasanya memberikan rate yang lebih menarik. Kesimpulan: Apakah Deposito Masih Relevan untuk Passive Income? Jawabannya adalah: Sangat Relevan. Terutama bagi mereka yang mengutamakan ketenangan pikiran (peace of mind). Di tengah pasar modal yang volatil, memiliki jangkar berupa passive income dari deposito memberikan stabilitas psikologis bagi seorang investor. Meskipun imbal hasilnya mungkin tidak sefantastis investasi berisiko tinggi, kepastian mendapatkan bunga bulanan dan statusnya sebagai pendapatan tetap menjadikannya komponen wajib dalam portofolio keuangan yang sehat. Dengan pengelolaan yang cerdas, riset yang mendalam, dan pemilihan partner perbankan yang tepat, Anda bisa duduk tenang sambil melihat uang Anda bekerja secara otomatis. Mulailah menyisihkan sebagian dari penghasilan aktif Anda hari ini, tempatkan pada instrumen yang aman, dan nikmati hasilnya di masa depan. Karena pada akhirnya, kekayaan bukan hanya tentang seberapa banyak yang Anda hasilkan, tapi seberapa banyak yang bekerja untuk Anda.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":350,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[127,121,124,125],"tags":[],"class_list":["post-602","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-deposito","category-investasi","category-keuangan","category-tips"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Strategi Passive Income dari Deposito<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Jadikan uang Anda bekerja! Pelajari cara optimalkan bunga deposito sebagai penghasilan tambahan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/investasi\/passive-income-bunga-deposito\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Strategi Passive Income dari Deposito\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jadikan uang Anda bekerja! Pelajari cara optimalkan bunga deposito sebagai penghasilan tambahan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/investasi\/passive-income-bunga-deposito\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog | Bank Lescadana Jakarta\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/web.facebook.com\/BankLescadana\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-05T04:20:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-05-05T04:21:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Aset-web-1920x1080-2505-34.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Stefani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Stefani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Strategi Passive Income dari Deposito","description":"Jadikan uang Anda bekerja! Pelajari cara optimalkan bunga deposito sebagai penghasilan tambahan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/investasi\/passive-income-bunga-deposito\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Strategi Passive Income dari Deposito","og_description":"Jadikan uang Anda bekerja! Pelajari cara optimalkan bunga deposito sebagai penghasilan tambahan.","og_url":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/investasi\/passive-income-bunga-deposito\/","og_site_name":"Blog | Bank Lescadana Jakarta","article_publisher":"https:\/\/web.facebook.com\/BankLescadana\/","article_published_time":"2026-05-05T04:20:55+00:00","article_modified_time":"2026-05-05T04:21:28+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Aset-web-1920x1080-2505-34.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Stefani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Stefani","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/investasi\/passive-income-bunga-deposito\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/investasi\/passive-income-bunga-deposito\/"},"author":{"name":"Stefani","@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/bbdcfb1432e69e6efa820778ac12688f"},"headline":"Strategi Membangun Passive Income dari Deposito: Panduan Lengkap Mengelola Keuangan secara Konsisten","datePublished":"2026-05-05T04:20:55+00:00","dateModified":"2026-05-05T04:21:28+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/investasi\/passive-income-bunga-deposito\/"},"wordCount":982,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/investasi\/passive-income-bunga-deposito\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Aset-web-1920x1080-2505-34.jpg","articleSection":["deposito","investasi","keuangan","tips"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/investasi\/passive-income-bunga-deposito\/","url":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/investasi\/passive-income-bunga-deposito\/","name":"Strategi Passive Income dari Deposito","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/investasi\/passive-income-bunga-deposito\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/investasi\/passive-income-bunga-deposito\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Aset-web-1920x1080-2505-34.jpg","datePublished":"2026-05-05T04:20:55+00:00","dateModified":"2026-05-05T04:21:28+00:00","description":"Jadikan uang Anda bekerja! Pelajari cara optimalkan bunga deposito sebagai penghasilan tambahan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/investasi\/passive-income-bunga-deposito\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/investasi\/passive-income-bunga-deposito\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/investasi\/passive-income-bunga-deposito\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Aset-web-1920x1080-2505-34.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/Aset-web-1920x1080-2505-34.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"Mengenal Jenis Pinjaman dan Cara Mengelolanya dengan Bijak - Bank Lescadana"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/investasi\/passive-income-bunga-deposito\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Strategi Membangun Passive Income dari Deposito: Panduan Lengkap Mengelola Keuangan secara Konsisten"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/","name":"Blog Bank Lescadana","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/#organization","name":"Bank Lescadana","url":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/bpr-lesca-dana.png","contentUrl":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/bpr-lesca-dana.png","width":350,"height":126,"caption":"Bank Lescadana"},"image":{"@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/web.facebook.com\/BankLescadana\/","https:\/\/www.instagram.com\/lescadanabank\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/bbdcfb1432e69e6efa820778ac12688f","name":"Stefani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/196b6ddfb239fb19ba4132688e5b1a4e499d17d40340020f1f5a84ddb29b82a0?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/196b6ddfb239fb19ba4132688e5b1a4e499d17d40340020f1f5a84ddb29b82a0?s=96&d=mm&r=g","caption":"Stefani"},"url":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/author\/stefani\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/602","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=602"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/602\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":603,"href":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/602\/revisions\/603"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/350"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=602"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=602"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=602"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}