{"id":484,"date":"2025-12-14T16:23:55","date_gmt":"2025-12-14T09:23:55","guid":{"rendered":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/?p=484"},"modified":"2025-12-14T16:23:55","modified_gmt":"2025-12-14T09:23:55","slug":"cara-kerja-deposito-pemula","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/keuangan\/cara-kerja-deposito-pemula\/","title":{"rendered":"Bagaimana Deposito Bekerja: Penjelasan untuk Pemula"},"content":{"rendered":"<h2><b>Apa Itu Deposito?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi kamu yang baru mengenal dunia keuangan dan investasi, <\/span><b>deposito<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan salah satu instrumen investasi yang paling mudah dipahami dan tergolong aman. Secara sederhana, deposito adalah <\/span><b>produk simpanan berjangka<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> yang ditawarkan oleh bank, di mana nasabah menyimpan sejumlah uang dalam jangka waktu tertentu dengan tingkat bunga tetap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berbeda dengan tabungan biasa, uang yang disimpan di deposito <\/span><b>tidak bisa diambil kapan saja<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Nasabah hanya dapat menarik dana ketika jangka waktu deposito sudah jatuh tempo, misalnya 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, hingga 12 bulan. Sebagai gantinya, bank akan memberikan <\/span><b>bunga yang lebih tinggi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> dibanding tabungan konvensional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai contoh, jika kamu membuka deposito di <\/span><a href=\"https:\/\/www.banklescadana.co.id\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bank Lescadana<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan nominal Rp10 juta selama 6 bulan, kamu akan mendapatkan bunga tetap yang dihitung berdasarkan suku bunga deposito yang berlaku. Semakin besar nominal dan semakin lama tenor simpananmu, semakin besar pula keuntungan yang kamu dapatkan.<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Kerja Deposito untuk Pemula<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memahami <\/span><b>cara kerja deposito<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> sangat penting sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Berikut tahapan dan prinsip dasarnya:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Menentukan Jumlah dan Tenor Deposito<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah pertama adalah menentukan jumlah uang yang ingin disimpan dan berapa lama tenor atau jangka waktunya. Umumnya, bank menyediakan pilihan mulai dari <\/span><b>1 bulan hingga 24 bulan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Tenor ini akan menentukan seberapa lama uang kamu \u201cdikunci\u201d di dalam bank.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya, jika kamu memilih tenor 12 bulan, maka uangmu baru bisa dicairkan setelah satu tahun. Jika dicairkan sebelum jatuh tempo, biasanya akan dikenakan <\/span><b>penalti atau potongan bunga<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Menyepakati Suku Bunga Deposito<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap bank memiliki <\/span><b>tingkat bunga deposito<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berbeda, tergantung kebijakan dan kondisi ekonomi. Suku bunga ini biasanya <\/span><b>tetap selama masa deposito berlangsung<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, jadi kamu tidak perlu khawatir akan perubahan bunga di tengah jalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bank juga diwajibkan untuk mengikuti <\/span><b>batas maksimum bunga yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Menurut <\/span><a href=\"https:\/\/www.ojk.go.id\"><span style=\"font-weight: 400;\">Otoritas Jasa Keuangan<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> (OJK), deposito yang sesuai ketentuan LPS akan tetap aman walau terjadi hal tak terduga pada bank penyimpan.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Mendapatkan Bunga di Akhir Tenor<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah masa jatuh tempo tiba, kamu bisa mencairkan uang pokok beserta bunga yang didapatkan. Ada dua jenis sistem pencairan deposito:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Automatic Roll Over (ARO):<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> deposito akan diperpanjang otomatis dengan jangka waktu yang sama.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Non-ARO:<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> deposito langsung dicairkan ke rekening tabunganmu setelah jatuh tempo.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pemula, kamu bisa memilih sistem <\/span><b>Non-ARO<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk belajar dulu bagaimana perputaran dana dan hasil bunga bekerja.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Keuntungan Menyimpan Uang di Deposito<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak orang memilih deposito karena keamanannya yang tinggi. Berikut beberapa <\/span><b>keuntungan deposito<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> yang perlu kamu ketahui:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Risiko Rendah dan Aman<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Deposito adalah salah satu instrumen investasi dengan risiko paling rendah. Selain dijamin oleh <\/span><b>LPS hingga Rp2 miliar per nasabah per bank<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, produk ini juga diawasi langsung oleh OJK.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Bunga Lebih Tinggi dari Tabungan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bunga deposito biasanya <\/span><b>lebih tinggi dari bunga tabungan biasa<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, sehingga cocok untuk kamu yang ingin menyimpan uang tanpa risiko besar tetapi tetap mendapatkan imbal hasil stabil.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Pilihan Tenor Fleksibel<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kamu bisa memilih tenor sesuai kebutuhan. Misalnya, deposito 1 bulan cocok untuk tujuan jangka pendek, sedangkan tenor 12 bulan cocok untuk tujuan keuangan menengah seperti biaya pendidikan atau liburan.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Disiplin dalam Menabung<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena dana tidak bisa diambil sewaktu-waktu, deposito membantu kamu <\/span><b>lebih disiplin dalam mengelola keuangan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Tidak ada godaan untuk menarik uang sebelum waktunya tiba.<\/span><\/p>\n<h2><b>Kekurangan Deposito yang Perlu Diperhatikan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Walau tergolong aman, deposito juga memiliki beberapa kekurangan yang penting untuk diketahui sebelum memulai:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Tidak Likuid<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dana yang kamu simpan di deposito <\/span><b>tidak bisa diambil kapan saja<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, berbeda dengan tabungan biasa. Jika kamu mencairkannya sebelum jatuh tempo, bank akan mengenakan penalti.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Potensi Keuntungan Terbatas<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bunga deposito relatif stabil, tetapi <\/span><b>tidak sebanding dengan investasi berisiko lebih tinggi<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> seperti saham atau reksa dana. Jadi, deposito lebih cocok untuk profil investor konservatif.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Terkena Pajak Bunga<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bunga deposito dikenakan <\/span><b>pajak 20%<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> sesuai peraturan pemerintah. Meski begitu, setelah dipotong pajak, hasilnya tetap bisa menjadi tambahan penghasilan pasif yang aman.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><b>Tips Membuka Deposito untuk Pemula<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu baru pertama kali ingin membuka deposito, berikut beberapa tips praktis yang bisa membantu:<\/span><\/p>\n<h3><b>1. Pilih Bank yang Terpercaya<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pastikan kamu membuka deposito di bank yang terdaftar dan diawasi oleh <\/span><b>OJK serta LPS<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, seperti <\/span><a href=\"https:\/\/www.banklescadana.co.id\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bank Lescadana<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Cek juga reputasi dan layanan digital bank tersebut agar prosesnya lebih mudah dan aman.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Bandingkan Suku Bunga<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebelum menaruh dana, bandingkan suku bunga antar bank. Pilih yang menawarkan bunga kompetitif namun tetap dalam batas yang dijamin LPS agar investasi kamu tetap aman.<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Tentukan Tujuan Keuangan<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentukan sejak awal tujuan kamu membuka deposito\u2014apakah untuk dana darurat, biaya pendidikan, atau tujuan jangka menengah lainnya. Dengan begitu, kamu bisa menyesuaikan tenor dan nominal yang tepat.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Manfaatkan Sistem ARO<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu ingin terus memperpanjang deposito tanpa repot, aktifkan fitur <\/span><b>Automatic Roll Over (ARO)<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Dengan sistem ini, deposito akan diperpanjang otomatis tanpa perlu membuka ulang.<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Catat Tanggal Jatuh Tempo<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan lupa mencatat tanggal jatuh tempo deposito kamu. Dengan begitu, kamu bisa memutuskan apakah akan mencairkan atau memperpanjangnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Apakah Deposito Cocok untuk Kamu?<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Deposito cocok untuk kamu yang memiliki karakter:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak suka risiko tinggi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ingin pendapatan pasif yang stabil<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mempunyai dana menganggur untuk disimpan dalam jangka waktu tertentu<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, jika kamu ingin <\/span><b>keuntungan lebih besar<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, kamu bisa mulai mempertimbangkan kombinasi antara deposito dan instrumen investasi lain seperti <\/span><b>reksa dana pasar uang<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Strategi ini membantu kamu mendapatkan keseimbangan antara <\/span><b>keamanan dan potensi imbal hasil.<\/b><\/p>\n<h2><b>Kesimpulan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi pemula, memahami <\/span><b>cara kerja deposito<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah langkah awal yang baik untuk memulai perjalanan investasi. Dengan risiko rendah, bunga stabil, dan keamanan tinggi, deposito bisa menjadi solusi penyimpanan dana yang efektif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, pastikan kamu menyesuaikan pilihan tenor, bunga, dan tujuan keuangan sebelum membuka deposito. Jika kamu ingin membuka deposito dengan proses mudah dan aman, kamu bisa langsung mengunjungi <\/span><a href=\"https:\/\/www.banklescadana.co.id\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bank Lescadana<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk informasi lebih lanjut mengenai produk deposito dan suku bunganya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk informasi tambahan tentang peraturan deposito dan penjaminan simpanan, kamu juga bisa membaca panduan resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa Itu Deposito? Bagi kamu yang baru mengenal dunia keuangan dan investasi, deposito merupakan salah satu instrumen investasi yang paling mudah dipahami dan tergolong aman. Secara sederhana, deposito adalah produk simpanan berjangka yang ditawarkan oleh bank, di mana nasabah menyimpan sejumlah uang dalam jangka waktu tertentu dengan tingkat bunga tetap. Berbeda dengan tabungan biasa, uang yang disimpan di deposito tidak bisa diambil kapan saja. Nasabah hanya dapat menarik dana ketika jangka waktu deposito sudah jatuh tempo, misalnya 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, hingga 12 bulan. Sebagai gantinya, bank akan memberikan bunga yang lebih tinggi dibanding tabungan konvensional. Sebagai contoh, jika kamu membuka deposito di Bank Lescadana dengan nominal Rp10 juta selama 6 bulan, kamu akan mendapatkan bunga tetap yang dihitung berdasarkan suku bunga deposito yang berlaku. Semakin besar nominal dan semakin lama tenor simpananmu, semakin besar pula keuntungan yang kamu dapatkan. Cara Kerja Deposito untuk Pemula Memahami cara kerja deposito sangat penting sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Berikut tahapan dan prinsip dasarnya: 1. Menentukan Jumlah dan Tenor Deposito Langkah pertama adalah menentukan jumlah uang yang ingin disimpan dan berapa lama tenor atau jangka waktunya. Umumnya, bank menyediakan pilihan mulai dari 1 bulan hingga 24 bulan. Tenor ini akan menentukan seberapa lama uang kamu \u201cdikunci\u201d di dalam bank. Contohnya, jika kamu memilih tenor 12 bulan, maka uangmu baru bisa dicairkan setelah satu tahun. Jika dicairkan sebelum jatuh tempo, biasanya akan dikenakan penalti atau potongan bunga. 2. Menyepakati Suku Bunga Deposito Setiap bank memiliki tingkat bunga deposito yang berbeda, tergantung kebijakan dan kondisi ekonomi. Suku bunga ini biasanya tetap selama masa deposito berlangsung, jadi kamu tidak perlu khawatir akan perubahan bunga di tengah jalan. Bank juga diwajibkan untuk mengikuti batas maksimum bunga yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), deposito yang sesuai ketentuan LPS akan tetap aman walau terjadi hal tak terduga pada bank penyimpan. 3. Mendapatkan Bunga di Akhir Tenor Setelah masa jatuh tempo tiba, kamu bisa mencairkan uang pokok beserta bunga yang didapatkan. Ada dua jenis sistem pencairan deposito: Automatic Roll Over (ARO): deposito akan diperpanjang otomatis dengan jangka waktu yang sama. Non-ARO: deposito langsung dicairkan ke rekening tabunganmu setelah jatuh tempo. Sebagai pemula, kamu bisa memilih sistem Non-ARO untuk belajar dulu bagaimana perputaran dana dan hasil bunga bekerja. &nbsp; Keuntungan Menyimpan Uang di Deposito Banyak orang memilih deposito karena keamanannya yang tinggi. Berikut beberapa keuntungan deposito yang perlu kamu ketahui: 1. Risiko Rendah dan Aman Deposito adalah salah satu instrumen investasi dengan risiko paling rendah. Selain dijamin oleh LPS hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, produk ini juga diawasi langsung oleh OJK. 2. Bunga Lebih Tinggi dari Tabungan Bunga deposito biasanya lebih tinggi dari bunga tabungan biasa, sehingga cocok untuk kamu yang ingin menyimpan uang tanpa risiko besar tetapi tetap mendapatkan imbal hasil stabil. 3. Pilihan Tenor Fleksibel Kamu bisa memilih tenor sesuai kebutuhan. Misalnya, deposito 1 bulan cocok untuk tujuan jangka pendek, sedangkan tenor 12 bulan cocok untuk tujuan keuangan menengah seperti biaya pendidikan atau liburan. 4. Disiplin dalam Menabung Karena dana tidak bisa diambil sewaktu-waktu, deposito membantu kamu lebih disiplin dalam mengelola keuangan. Tidak ada godaan untuk menarik uang sebelum waktunya tiba. Kekurangan Deposito yang Perlu Diperhatikan Walau tergolong aman, deposito juga memiliki beberapa kekurangan yang penting untuk diketahui sebelum memulai: 1. Tidak Likuid Dana yang kamu simpan di deposito tidak bisa diambil kapan saja, berbeda dengan tabungan biasa. Jika kamu mencairkannya sebelum jatuh tempo, bank akan mengenakan penalti. 2. Potensi Keuntungan Terbatas Bunga deposito relatif stabil, tetapi tidak sebanding dengan investasi berisiko lebih tinggi seperti saham atau reksa dana. Jadi, deposito lebih cocok untuk profil investor konservatif. 3. Terkena Pajak Bunga Bunga deposito dikenakan pajak 20% sesuai peraturan pemerintah. Meski begitu, setelah dipotong pajak, hasilnya tetap bisa menjadi tambahan penghasilan pasif yang aman. &nbsp; Tips Membuka Deposito untuk Pemula Jika kamu baru pertama kali ingin membuka deposito, berikut beberapa tips praktis yang bisa membantu: 1. Pilih Bank yang Terpercaya Pastikan kamu membuka deposito di bank yang terdaftar dan diawasi oleh OJK serta LPS, seperti Bank Lescadana. Cek juga reputasi dan layanan digital bank tersebut agar prosesnya lebih mudah dan aman. 2. Bandingkan Suku Bunga Sebelum menaruh dana, bandingkan suku bunga antar bank. Pilih yang menawarkan bunga kompetitif namun tetap dalam batas yang dijamin LPS agar investasi kamu tetap aman. 3. Tentukan Tujuan Keuangan Tentukan sejak awal tujuan kamu membuka deposito\u2014apakah untuk dana darurat, biaya pendidikan, atau tujuan jangka menengah lainnya. Dengan begitu, kamu bisa menyesuaikan tenor dan nominal yang tepat. 4. Manfaatkan Sistem ARO Jika kamu ingin terus memperpanjang deposito tanpa repot, aktifkan fitur Automatic Roll Over (ARO). Dengan sistem ini, deposito akan diperpanjang otomatis tanpa perlu membuka ulang. 5. Catat Tanggal Jatuh Tempo Jangan lupa mencatat tanggal jatuh tempo deposito kamu. Dengan begitu, kamu bisa memutuskan apakah akan mencairkan atau memperpanjangnya. Apakah Deposito Cocok untuk Kamu? Deposito cocok untuk kamu yang memiliki karakter: Tidak suka risiko tinggi Ingin pendapatan pasif yang stabil Mempunyai dana menganggur untuk disimpan dalam jangka waktu tertentu Namun, jika kamu ingin keuntungan lebih besar, kamu bisa mulai mempertimbangkan kombinasi antara deposito dan instrumen investasi lain seperti reksa dana pasar uang. Strategi ini membantu kamu mendapatkan keseimbangan antara keamanan dan potensi imbal hasil. Kesimpulan Bagi pemula, memahami cara kerja deposito adalah langkah awal yang baik untuk memulai perjalanan investasi. Dengan risiko rendah, bunga stabil, dan keamanan tinggi, deposito bisa menjadi solusi penyimpanan dana yang efektif. Namun, pastikan kamu menyesuaikan pilihan tenor, bunga, dan tujuan keuangan sebelum membuka deposito. Jika kamu ingin membuka deposito dengan proses mudah dan aman, kamu bisa langsung mengunjungi Bank Lescadana untuk informasi lebih lanjut mengenai produk deposito dan suku bunganya. Untuk informasi tambahan tentang peraturan deposito dan penjaminan simpanan, kamu juga bisa membaca panduan resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) &nbsp;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":485,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[127,124],"tags":[],"class_list":["post-484","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-deposito","category-keuangan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Kerja Deposito untuk Pemula<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari bagaimana deposito bekerja, keuntungan, dan prosesnya untuk investor pemula.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/keuangan\/cara-kerja-deposito-pemula\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Kerja Deposito untuk Pemula\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari bagaimana deposito bekerja, keuntungan, dan prosesnya untuk investor pemula.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/keuangan\/cara-kerja-deposito-pemula\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Blog | Bank Lescadana Jakarta\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/web.facebook.com\/BankLescadana\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-12-14T09:23:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Aset-web-1920x1080-2505-01.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Bank Lescadana\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Bank Lescadana\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Kerja Deposito untuk Pemula","description":"Pelajari bagaimana deposito bekerja, keuntungan, dan prosesnya untuk investor pemula.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/keuangan\/cara-kerja-deposito-pemula\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Cara Kerja Deposito untuk Pemula","og_description":"Pelajari bagaimana deposito bekerja, keuntungan, dan prosesnya untuk investor pemula.","og_url":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/keuangan\/cara-kerja-deposito-pemula\/","og_site_name":"Blog | Bank Lescadana Jakarta","article_publisher":"https:\/\/web.facebook.com\/BankLescadana\/","article_published_time":"2025-12-14T09:23:55+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Aset-web-1920x1080-2505-01.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Bank Lescadana","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Bank Lescadana","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/keuangan\/cara-kerja-deposito-pemula\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/keuangan\/cara-kerja-deposito-pemula\/"},"author":{"name":"Bank Lescadana","@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/f60e6080c29ef3fa8e6368f0c0ee0df6"},"headline":"Bagaimana Deposito Bekerja: Penjelasan untuk Pemula","datePublished":"2025-12-14T09:23:55+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/keuangan\/cara-kerja-deposito-pemula\/"},"wordCount":930,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/keuangan\/cara-kerja-deposito-pemula\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Aset-web-1920x1080-2505-01.jpg","articleSection":["deposito","keuangan"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/keuangan\/cara-kerja-deposito-pemula\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/keuangan\/cara-kerja-deposito-pemula\/","url":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/keuangan\/cara-kerja-deposito-pemula\/","name":"Cara Kerja Deposito untuk Pemula","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/keuangan\/cara-kerja-deposito-pemula\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/keuangan\/cara-kerja-deposito-pemula\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Aset-web-1920x1080-2505-01.jpg","datePublished":"2025-12-14T09:23:55+00:00","description":"Pelajari bagaimana deposito bekerja, keuntungan, dan prosesnya untuk investor pemula.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/keuangan\/cara-kerja-deposito-pemula\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/keuangan\/cara-kerja-deposito-pemula\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/keuangan\/cara-kerja-deposito-pemula\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Aset-web-1920x1080-2505-01.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/Aset-web-1920x1080-2505-01.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"Cara Kerja Deposito untuk Pemula - Bank Lescadana"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/keuangan\/cara-kerja-deposito-pemula\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bagaimana Deposito Bekerja: Penjelasan untuk Pemula"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/","name":"Blog Bank Lescadana","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/#organization","name":"Bank Lescadana","url":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/bpr-lesca-dana.png","contentUrl":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/bpr-lesca-dana.png","width":350,"height":126,"caption":"Bank Lescadana"},"image":{"@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/web.facebook.com\/BankLescadana\/","https:\/\/www.instagram.com\/lescadanabank\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/f60e6080c29ef3fa8e6368f0c0ee0df6","name":"Bank Lescadana","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d6b266c46bfdaef8c9a87086add325ae11443f1c8c9c3084c6211ed645b97b15?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d6b266c46bfdaef8c9a87086add325ae11443f1c8c9c3084c6211ed645b97b15?s=96&d=mm&r=g","caption":"Bank Lescadana"},"sameAs":["https:\/\/www.banklescadana.co.id\/\/blog"],"url":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/author\/lesca_blog\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/484","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=484"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/484\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":488,"href":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/484\/revisions\/488"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/485"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=484"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=484"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.banklescadana.co.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=484"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}