Saat membutuhkan dana segar untuk keperluan mendesak—seperti biaya renovasi rumah, modal usaha, hingga biaya pendidikan—kredit multiguna seringkali menjadi solusi yang paling masuk akal. Berbeda dengan Kredit Tanpa Agunan (KTA), kredit multiguna mensyaratkan adanya aset yang dijaminkan.
Keuntungannya? Suku bunga biasanya lebih rendah, tenor lebih panjang, dan plafon pinjaman jauh lebih besar. Namun, sebelum Anda melangkah ke bank, sangat penting untuk memahami aset apa saja yang bisa Anda gunakan sebagai jaminan kredit multiguna agar proses pengajuan berjalan mulus.
Apa Itu Kredit Multiguna?
Kredit multiguna adalah produk perbankan yang memberikan fasilitas pinjaman dengan syarat peminjam harus memberikan agunan atau jaminan. Nilai pinjaman yang diberikan biasanya berkisar antara 60% hingga 80% dari nilai taksir (appraisal) aset yang dijaminkan.
Memilih jaminan yang tepat bukan hanya soal memiliki aset, tapi juga soal memastikan legalitas dan nilai ekonomis aset tersebut memenuhi kriteria bank.
5 Jenis Jaminan Kredit Multiguna yang Paling Sering Diterima
Berikut adalah daftar aset yang paling umum diterima oleh lembaga keuangan di Indonesia:
- Sertifikat Rumah (SHM/SHGB)
Sertifikat rumah adalah primadona dalam dunia kredit agunan. Mengapa? Karena properti cenderung mengalami kenaikan nilai setiap tahun, menjadikannya aset berisiko rendah bagi pihak bank.
- Kelebihan: Plafon pinjaman bisa mencapai miliaran rupiah dan tenor bisa hingga 10–20 tahun.
- Syarat Utama: Sertifikat harus atas nama pemohon atau pasangan/orang tua, memiliki akses jalan yang bisa dilalui mobil, dan tidak berada di dekat pemakaman atau jalur kabel tegangan tinggi (SUTET).
- Kendaraan Bermotor (BPKB)
Jika Anda membutuhkan dana cepat dengan nominal yang tidak terlalu besar, menjaminkan kendaraan seperti mobil atau motor adalah pilihan praktis. Yang ditahan oleh pihak bank biasanya hanyalah BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor), sehingga unit kendaraan tetap bisa Anda gunakan untuk mobilitas sehari-hari.
- Ketentuan: Biasanya bank membatasi usia kendaraan (misalnya maksimal 10–15 tahun saat masa kredit berakhir).
- Plafon: Biasanya berkisar antara 60%–90% dari harga pasar kendaraan saat ini.
- Surat Tanah (Girik atau Sertifikat Tanah Kosong)
Selain bangunan, surat tanah juga menjadi aset yang sangat berharga. Namun, perlu dicatat bahwa bank lebih menyukai tanah yang sudah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) dibandingkan tanah girik atau letter C.
- Pentingnya Lokasi: Tanah di area komersial atau pemukiman padat akan dihargai jauh lebih tinggi dibandingkan tanah di pelosok.
- Legalitas: Pastikan tanah tidak dalam sengketa dan memiliki batas-batas yang jelas (patok) yang diakui oleh BPN.
- Deposito Berjangka
Mungkin terdengar aneh menjaminkan uang untuk meminjam uang, namun “Cash Collateral Loan” atau kredit dengan jaminan deposito sangatlah populer bagi pengusaha. Daripada mencairkan deposito sebelum jatuh tempo dan terkena penalti, Anda bisa menjadikannya agunan.
- Kelebihan: Proses persetujuan sangat cepat (bisa dalam 1 hari) karena nilai jaminan sudah pasti dan likuid.
- Surat Keputusan (SK) Pegawai
Bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau karyawan tetap di perusahaan BUMN/swasta bonafide, SK pengangkatan dapat dijadikan jaminan kredit. Ini sering disebut sebagai Kredit Serbaguna Mikro. Bank akan melihat stabilitas penghasilan dan sisa masa kerja sebagai tolok ukur utama.
Faktor yang Mempengaruhi Nilai Appraisal Jaminan
Hanya karena Anda memiliki rumah seharga Rp1 Miliar, bukan berarti Anda otomatis mendapatkan pinjaman Rp1 Miliar. Pihak bank akan melakukan proses penilaian atau appraisal.
Lokasi dan Aksesibilitas
Aset berupa properti akan dinilai lebih tinggi jika berada di zona hijau (bebas banjir), memiliki akses jalan yang lebar, dan dekat dengan fasilitas umum. Lokasi yang strategis memudahkan bank untuk menjual kembali aset tersebut jika terjadi gagal bayar (wanprestasi).
Kondisi Fisik Bangunan atau Kendaraan
Untuk rumah, material bangunan dan perawatan fisik sangat diperhatikan. Untuk kendaraan, kondisi mesin, keaslian suku cadang, dan riwayat servis menjadi poin tambahan yang signifikan.
Keuntungan Mengajukan Pinjaman di Lembaga Terpercaya
Dalam memilih mitra keuangan, kredibilitas adalah segalanya. Salah satu lembaga yang memiliki reputasi kuat dalam memproses berbagai jenis agunan adalah Bank Lescadana. Dengan proses yang transparan dan tim appraisal yang profesional, Anda bisa mendapatkan nilai pinjaman yang kompetitif sesuai dengan nilai aset Anda.
Mengapa memilih lembaga resmi?
- Keamanan Dokumen: Sertifikat atau BPKB Anda disimpan dengan standar keamanan tinggi.
- Transparansi Bunga: Tidak ada biaya tersembunyi yang tiba-tiba muncul di tengah jalan.
- Edukasi Finansial: Petugas bank akan membantu menghitung kemampuan bayar Anda agar tidak memberatkan di kemudian hari.
Tips Agar Pengajuan Jaminan Kredit Multiguna Cepat Disetujui
- Pastikan Legalitas Dokumen Lengkap
Pastikan SHM, IMB (PBG), dan PBB terbaru sudah tersedia. Jika jaminan berupa kendaraan, pastikan pajak kendaraan tidak mati. Cek juga informasi terbaru mengenai aturan pertanahan di laman resmi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN untuk memastikan status tanah Anda bersih.
- Perbaiki Skor Kredit (BI Checking/SLIK)
Meskipun Anda memberikan jaminan yang bernilai tinggi, bank tetap akan mengecek riwayat kredit Anda melalui SLIK OJK. Pastikan tidak ada tunggakan di pinjaman lain atau kartu kredit.
- Sesuaikan Plafon dengan Kemampuan Bayar
Gunakan prinsip DSR (Debt Service Ratio). Idealnya, total cicilan hutang Anda tidak boleh melebihi 30% hingga 40% dari pendapatan bulanan. Bank akan lebih mudah menyetujui pinjaman jika mereka yakin arus kas Anda sehat.
- Tujuan Penggunaan Dana yang Jelas
Bank cenderung lebih menyukai pinjaman yang bersifat produktif (seperti modal usaha) daripada konsumtif. Sertakan rencana penggunaan dana jika diminta oleh analis kredit.
Kesimpulan
Menggunakan jaminan kredit multiguna adalah langkah strategis untuk mendapatkan pendanaan besar dengan biaya modal yang relatif rendah. Apakah itu melalui sertifikat rumah, kendaraan, atau surat tanah, pastikan Anda memahami konsekuensi dan kewajiban yang menyertainya.
Selalu lakukan riset mendalam dan bandingkan produk dari berbagai perbankan. Pastikan Anda hanya bertransaksi dengan lembaga keuangan yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).



