Cara Kerja Deposito untuk Pemula - Bank Lescadana
deposito - keuangan

Bagaimana Deposito Bekerja: Penjelasan untuk Pemula

Apa Itu Deposito?

Bagi kamu yang baru mengenal dunia keuangan dan investasi, deposito merupakan salah satu instrumen investasi yang paling mudah dipahami dan tergolong aman. Secara sederhana, deposito adalah produk simpanan berjangka yang ditawarkan oleh bank, di mana nasabah menyimpan sejumlah uang dalam jangka waktu tertentu dengan tingkat bunga tetap.

Berbeda dengan tabungan biasa, uang yang disimpan di deposito tidak bisa diambil kapan saja. Nasabah hanya dapat menarik dana ketika jangka waktu deposito sudah jatuh tempo, misalnya 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, hingga 12 bulan. Sebagai gantinya, bank akan memberikan bunga yang lebih tinggi dibanding tabungan konvensional.

Sebagai contoh, jika kamu membuka deposito di Bank Lescadana dengan nominal Rp10 juta selama 6 bulan, kamu akan mendapatkan bunga tetap yang dihitung berdasarkan suku bunga deposito yang berlaku. Semakin besar nominal dan semakin lama tenor simpananmu, semakin besar pula keuntungan yang kamu dapatkan.

Cara Kerja Deposito untuk Pemula

Memahami cara kerja deposito sangat penting sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Berikut tahapan dan prinsip dasarnya:

1. Menentukan Jumlah dan Tenor Deposito

Langkah pertama adalah menentukan jumlah uang yang ingin disimpan dan berapa lama tenor atau jangka waktunya. Umumnya, bank menyediakan pilihan mulai dari 1 bulan hingga 24 bulan.
Tenor ini akan menentukan seberapa lama uang kamu “dikunci” di dalam bank.

Contohnya, jika kamu memilih tenor 12 bulan, maka uangmu baru bisa dicairkan setelah satu tahun. Jika dicairkan sebelum jatuh tempo, biasanya akan dikenakan penalti atau potongan bunga.

2. Menyepakati Suku Bunga Deposito

Setiap bank memiliki tingkat bunga deposito yang berbeda, tergantung kebijakan dan kondisi ekonomi. Suku bunga ini biasanya tetap selama masa deposito berlangsung, jadi kamu tidak perlu khawatir akan perubahan bunga di tengah jalan.

Bank juga diwajibkan untuk mengikuti batas maksimum bunga yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), deposito yang sesuai ketentuan LPS akan tetap aman walau terjadi hal tak terduga pada bank penyimpan.

3. Mendapatkan Bunga di Akhir Tenor

Setelah masa jatuh tempo tiba, kamu bisa mencairkan uang pokok beserta bunga yang didapatkan. Ada dua jenis sistem pencairan deposito:

  • Automatic Roll Over (ARO): deposito akan diperpanjang otomatis dengan jangka waktu yang sama.
  • Non-ARO: deposito langsung dicairkan ke rekening tabunganmu setelah jatuh tempo.

Sebagai pemula, kamu bisa memilih sistem Non-ARO untuk belajar dulu bagaimana perputaran dana dan hasil bunga bekerja.

 

Keuntungan Menyimpan Uang di Deposito

Banyak orang memilih deposito karena keamanannya yang tinggi. Berikut beberapa keuntungan deposito yang perlu kamu ketahui:

1. Risiko Rendah dan Aman

Deposito adalah salah satu instrumen investasi dengan risiko paling rendah. Selain dijamin oleh LPS hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, produk ini juga diawasi langsung oleh OJK.

2. Bunga Lebih Tinggi dari Tabungan

Bunga deposito biasanya lebih tinggi dari bunga tabungan biasa, sehingga cocok untuk kamu yang ingin menyimpan uang tanpa risiko besar tetapi tetap mendapatkan imbal hasil stabil.

3. Pilihan Tenor Fleksibel

Kamu bisa memilih tenor sesuai kebutuhan. Misalnya, deposito 1 bulan cocok untuk tujuan jangka pendek, sedangkan tenor 12 bulan cocok untuk tujuan keuangan menengah seperti biaya pendidikan atau liburan.

4. Disiplin dalam Menabung

Karena dana tidak bisa diambil sewaktu-waktu, deposito membantu kamu lebih disiplin dalam mengelola keuangan. Tidak ada godaan untuk menarik uang sebelum waktunya tiba.

Kekurangan Deposito yang Perlu Diperhatikan

Walau tergolong aman, deposito juga memiliki beberapa kekurangan yang penting untuk diketahui sebelum memulai:

1. Tidak Likuid

Dana yang kamu simpan di deposito tidak bisa diambil kapan saja, berbeda dengan tabungan biasa. Jika kamu mencairkannya sebelum jatuh tempo, bank akan mengenakan penalti.

2. Potensi Keuntungan Terbatas

Bunga deposito relatif stabil, tetapi tidak sebanding dengan investasi berisiko lebih tinggi seperti saham atau reksa dana. Jadi, deposito lebih cocok untuk profil investor konservatif.

3. Terkena Pajak Bunga

Bunga deposito dikenakan pajak 20% sesuai peraturan pemerintah. Meski begitu, setelah dipotong pajak, hasilnya tetap bisa menjadi tambahan penghasilan pasif yang aman.

 

Tips Membuka Deposito untuk Pemula

Jika kamu baru pertama kali ingin membuka deposito, berikut beberapa tips praktis yang bisa membantu:

1. Pilih Bank yang Terpercaya

Pastikan kamu membuka deposito di bank yang terdaftar dan diawasi oleh OJK serta LPS, seperti Bank Lescadana. Cek juga reputasi dan layanan digital bank tersebut agar prosesnya lebih mudah dan aman.

2. Bandingkan Suku Bunga

Sebelum menaruh dana, bandingkan suku bunga antar bank. Pilih yang menawarkan bunga kompetitif namun tetap dalam batas yang dijamin LPS agar investasi kamu tetap aman.

3. Tentukan Tujuan Keuangan

Tentukan sejak awal tujuan kamu membuka deposito—apakah untuk dana darurat, biaya pendidikan, atau tujuan jangka menengah lainnya. Dengan begitu, kamu bisa menyesuaikan tenor dan nominal yang tepat.

4. Manfaatkan Sistem ARO

Jika kamu ingin terus memperpanjang deposito tanpa repot, aktifkan fitur Automatic Roll Over (ARO). Dengan sistem ini, deposito akan diperpanjang otomatis tanpa perlu membuka ulang.

5. Catat Tanggal Jatuh Tempo

Jangan lupa mencatat tanggal jatuh tempo deposito kamu. Dengan begitu, kamu bisa memutuskan apakah akan mencairkan atau memperpanjangnya.

Apakah Deposito Cocok untuk Kamu?

Deposito cocok untuk kamu yang memiliki karakter:

  • Tidak suka risiko tinggi
  • Ingin pendapatan pasif yang stabil
  • Mempunyai dana menganggur untuk disimpan dalam jangka waktu tertentu

Namun, jika kamu ingin keuntungan lebih besar, kamu bisa mulai mempertimbangkan kombinasi antara deposito dan instrumen investasi lain seperti reksa dana pasar uang. Strategi ini membantu kamu mendapatkan keseimbangan antara keamanan dan potensi imbal hasil.

Kesimpulan

Bagi pemula, memahami cara kerja deposito adalah langkah awal yang baik untuk memulai perjalanan investasi. Dengan risiko rendah, bunga stabil, dan keamanan tinggi, deposito bisa menjadi solusi penyimpanan dana yang efektif.

Namun, pastikan kamu menyesuaikan pilihan tenor, bunga, dan tujuan keuangan sebelum membuka deposito. Jika kamu ingin membuka deposito dengan proses mudah dan aman, kamu bisa langsung mengunjungi Bank Lescadana untuk informasi lebih lanjut mengenai produk deposito dan suku bunganya.

Untuk informasi tambahan tentang peraturan deposito dan penjaminan simpanan, kamu juga bisa membaca panduan resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *