Daftar Isi
- 1 Mengapa Jangka Waktu Penting dalam Deposito?
- 2 Apa Itu Jangka Waktu (Tenor) Deposito?
- 3 Hubungan antara Tenor dan Bunga Deposito
- 4 Faktor yang Harus Dipertimbangkan dalam Menentukan Jangka Waktu Deposito
- 5 Langkah Praktis Memilih Jangka Waktu Deposito yang Tepat
- 6 Kelebihan dan Kekurangan Setiap Jangka Waktu Deposito
- 7 Kesimpulan
Mengapa Jangka Waktu Penting dalam Deposito?
Bagi banyak orang, deposito adalah pilihan investasi yang aman dan stabil. Dana yang ditempatkan akan menghasilkan bunga tetap dalam jangka waktu tertentu tanpa risiko besar seperti pasar saham atau kripto. Namun, agar deposito memberikan hasil optimal, kamu perlu mempertimbangkan satu hal penting: jangka waktu atau tenor deposito.
Jangka waktu deposito menentukan berapa lama dana kamu akan “dikunci” di bank serta berapa besar bunga yang akan diperoleh. Tenor yang terlalu pendek mungkin membuat hasil bunga kurang maksimal, sedangkan tenor terlalu panjang bisa membatasi fleksibilitas keuangan kamu.
Karena itu, memahami cara memilih jangka waktu deposito yang tepat adalah langkah penting untuk menjaga keseimbangan antara keamanan, likuiditas, dan keuntungan investasi.
Apa Itu Jangka Waktu (Tenor) Deposito?
Jangka waktu deposito atau sering disebut tenor deposito adalah periode tertentu di mana dana yang kamu simpan di bank akan “dibekukan” hingga mencapai tanggal jatuh tempo. Umumnya, bank di Indonesia menawarkan beberapa pilihan tenor seperti:
- 1 bulan
- 3 bulan
- 6 bulan
- 12 bulan
- 24 bulan
Semakin panjang tenornya, biasanya semakin tinggi bunga deposito yang diberikan oleh bank. Hal ini karena kamu bersedia menahan dana lebih lama tanpa dicairkan.
Misalnya, di Bank Lescadana, kamu bisa memilih berbagai opsi tenor deposito sesuai kebutuhan finansial — baik jangka pendek maupun panjang — dengan bunga kompetitif dan sistem Automatic Roll Over (ARO) agar diperpanjang otomatis setelah jatuh tempo.
Hubungan antara Tenor dan Bunga Deposito
Salah satu alasan utama banyak orang memilih deposito adalah tingkat bunganya yang stabil dan lebih tinggi dibanding tabungan biasa. Nah, tenor deposito berpengaruh langsung terhadap besar kecilnya bunga yang diterima.
Secara umum:
- Tenor pendek (1–3 bulan) → bunga lebih rendah, tapi likuiditas tinggi.
- Tenor menengah (6–9 bulan) → bunga lebih stabil, cocok untuk tujuan keuangan sementara.
- Tenor panjang (12–24 bulan) → bunga lebih tinggi, cocok untuk investasi jangka menengah hingga panjang.
Namun, sebelum memutuskan, penting juga memperhatikan kondisi suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate). Jika tren bunga sedang naik, memilih tenor pendek memberi kamu fleksibilitas untuk memperbarui deposito dengan bunga yang lebih tinggi di periode berikutnya.
Sebaliknya, jika suku bunga diperkirakan turun, mengunci dana dalam tenor panjang bisa membantu kamu mengamankan bunga tinggi lebih lama.
Faktor yang Harus Dipertimbangkan dalam Menentukan Jangka Waktu Deposito
Menentukan jangka waktu deposito tidak bisa asal pilih. Berikut beberapa faktor penting yang perlu kamu pertimbangkan agar keputusan finansial lebih matang:
1. Tujuan Keuangan
Langkah pertama adalah memahami tujuan dari penempatan dana.
- Jika kamu menyimpan dana untuk kebutuhan jangka pendek (misalnya liburan atau renovasi rumah), pilih tenor 1–3 bulan.
- Untuk kebutuhan menengah seperti biaya pendidikan anak atau pembelian kendaraan, tenor 6–12 bulan lebih cocok.
- Jika tujuan kamu adalah menumbuhkan dana tanpa rencana penggunaan dalam waktu dekat, tenor 12 bulan ke atas bisa jadi pilihan ideal.
Dengan begitu, tenor yang kamu pilih benar-benar sesuai dengan rencana keuangan pribadi.
2. Kebutuhan Likuiditas
Likuiditas berarti seberapa cepat kamu bisa mengakses uangmu saat dibutuhkan. Jika kamu memerlukan dana cadangan untuk kondisi darurat, jangan letakkan seluruh dana dalam deposito jangka panjang. Sebaliknya, bagi dana yang memang tidak akan digunakan dalam waktu dekat, tenor panjang bisa memberikan imbal hasil bunga lebih tinggi.
Strategi terbaik adalah menempatkan dana dalam beberapa tenor berbeda, dikenal sebagai strategi laddering deposito agar kamu tetap punya dana cair secara berkala tanpa kehilangan kesempatan mendapatkan bunga besar.
3. Kondisi Pasar dan Tren Bunga
Perubahan suku bunga acuan dari Bank Indonesia memengaruhi bunga deposito di seluruh bank.
Jika tren suku bunga naik, kamu bisa memilih tenor pendek agar nanti dapat memperpanjang dengan bunga lebih tinggi.
Namun, jika tren bunga turun, segera kunci deposito dengan tenor panjang untuk mengamankan bunga saat ini.
Kamu bisa memantau perkembangan resmi suku bunga dan kebijakan moneter melalui situs Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Bank Indonesia agar strategi keuanganmu selalu relevan dengan kondisi pasar.
4. Rencana Penggunaan Dana
Jika kamu sudah tahu kapan dana akan digunakan, sesuaikan tanggal jatuh tempo deposito dengan waktu kebutuhan.
Misalnya, kamu berencana membeli rumah dalam 8 bulan, maka memilih tenor 6 bulan memberi waktu untuk memperpanjang atau mencairkan sesuai rencana.
Hindari memilih tenor lebih panjang dari kebutuhan dana, karena pencairan sebelum jatuh tempo biasanya dikenai penalti atau potongan bunga.
5. Toleransi Risiko dan Preferensi Pribadi
Meski deposito tergolong investasi aman, setiap orang memiliki toleransi risiko berbeda.
Bagi kamu yang ingin menjaga fleksibilitas, tenor pendek akan lebih nyaman. Sedangkan bagi investor konservatif yang lebih fokus pada kestabilan dan bunga tetap, tenor panjang bisa menjadi pilihan ideal.
Langkah Praktis Memilih Jangka Waktu Deposito yang Tepat
Agar keputusan kamu lebih terarah, berikut langkah-langkah praktis yang bisa diterapkan sebelum membuka deposito:
1. Tentukan Besaran Dana dan Tujuannya
Pisahkan dana berdasarkan prioritas. Misalnya:
- Rp10 juta untuk dana liburan → tenor 3 bulan
- Rp30 juta untuk biaya pendidikan → tenor 6 bulan
- Rp50 juta untuk dana masa depan → tenor 12 bulan
Dengan pembagian seperti ini, kamu bisa memaksimalkan bunga tanpa kehilangan akses ke dana penting.
2. Bandingkan Suku Bunga Antarbank
Setiap bank menawarkan suku bunga yang berbeda untuk setiap tenor. Pastikan kamu membandingkan bunga deposito dari beberapa bank agar mendapat hasil terbaik. Kamu bisa melihat promo atau suku bunga terbaru langsung di situs resmi seperti Bank Lescadana yang menyediakan informasi deposito lengkap dan transparan.
3. Perhatikan Sistem Automatic Roll Over (ARO)
Fitur ARO (Automatic Roll Over) sangat membantu bagi kamu yang ingin deposito otomatis diperpanjang tanpa repot melakukan pembukaan ulang. Namun, pastikan kamu tetap memantau bunga terbaru agar tidak melewatkan peluang mendapatkan bunga yang lebih tinggi di periode berikutnya.
4. Hitung Keuntungan Bersih Setelah Pajak
Bunga deposito dikenai pajak 20%. Jadi, bunga yang kamu terima tidak sama dengan bunga kotor yang ditawarkan bank. Sebelum memilih tenor, pastikan kamu sudah memperhitungkan keuntungan bersih agar sesuai dengan target finansial yang diinginkan.
5. Pilih Bank Terpercaya dan Aman
Terakhir, jangan hanya terpaku pada bunga tinggi. Pastikan bank tempat kamu menaruh dana terdaftar di OJK dan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Rp2 miliar per nasabah per bank.
Ini penting agar dana kamu tetap aman meskipun terjadi hal yang tidak diinginkan pada pihak bank.
Kelebihan dan Kekurangan Setiap Jangka Waktu Deposito
Setiap tenor memiliki karakteristiknya sendiri. Berikut gambaran umumnya:
- Tenor Pendek (1–3 bulan):
Cocok untuk kebutuhan likuid, bunga relatif kecil tapi fleksibel. - Tenor Menengah (6–9 bulan):
Seimbang antara likuiditas dan keuntungan. - Tenor Panjang (12–24 bulan):
Memberikan bunga tertinggi, namun dana tidak bisa diakses cepat.
Memahami karakter tiap tenor membantu kamu menentukan strategi terbaik sesuai kondisi keuangan pribadi.
Kesimpulan
Menentukan jangka waktu deposito yang tepat adalah bagian penting dari strategi keuangan yang bijak. Dengan memahami hubungan antara tenor, bunga, dan kebutuhan likuiditas, kamu bisa mengoptimalkan hasil investasi tanpa kehilangan fleksibilitas.
Jika kamu mencari deposito dengan pilihan tenor fleksibel, bunga kompetitif, dan sistem digital yang praktis, kamu bisa mengeceknya langsung di Bank Lescadana.
Untuk memastikan keamanan investasi kamu, selalu pastikan bank tersebut terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dijamin oleh LPS.
Dengan memilih tenor yang sesuai kebutuhan, kamu bukan hanya berinvestasi dengan aman, tapi juga membangun kebiasaan keuangan yang cerdas dan berkelanjutan.



